tester-make-up
Asian woman shopping in the store cosmetics / Foto By : /www.huffingtonpost.com/

BeritaKawasan.com – Saat berbelanja makeup di konter, seringkali kita ingin mencoba tester-nya terlebih dahulu untuk melihat apakah warnanya cocok, apakah teksturnya bagus, dan sebagainya. Nah tapi, pernahkah terbesit di pikiran Andam bahwa  apakah tester makeup itu aman dicoba?

Tester makeup biasanya sudah cukup lama berada di toko dan kadang dibiarkan dalam keadaan terbuka. Hal itu dapat membuat produknya menjadi sarang kuman dan bakteri yang berbahaya bagi tubuh kita.

Apalagi menurut ahli kimia kosmetik, Ginger King, faktanya, tester makeup adalah tempat bersarangnya bakteri dan yang paling sering ditemukan adalah bakteri jenis E. coli yang berasal dari orang yang tidak mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi,

Daripada harus menanggung resiko terinfeksi, lebih baik kita mengantisipasi dengan melakukan langkah yang benar dan aman ketika mencoba tester makeup. Yuk, cek caranya di bawah ini!

  1. Jangan takut untuk meminta tester baru

Sering kita menemukan konter makeup yang menyediakan tester namun sudah tidak layak untuk dicoba. Sebagai calon pelanggan, kita bisa meminta tester baru yang masih fresh. Jangan takut atau malu karena mereka pasti memiliki stok untuk tester, seperti kata Sobol “I have asked a staff member numerous times to open a fresh tester for me, and nine out of 10 times they do it,”

  1. Jangan Langsung Diaplikasikan

Ketika mencoba tester makeup, jangan mengaplikasikannya langsung pada kulit wajah . Jika ingin mencoba warna foundation, usapkanlah sedikit di area garis rahang atau leher. Sedangkan untuk produk mata dan bibir, sebaiknya juga tidak mengaplikasikannya langsung. Mata dan mulut bisa menjadi pintu masuk bagi banyak bakteri sehingga risiko terinfeksi lebih besar. Jika ingin melihat apakah warnanya cocok untuk , usapkanlah di atas ibu jari dan jajarkan di samping wajah .

  1. Gunakan Aplikator Sekali Pakai

Masih banyak orang yang belum sadar untuk lebih berhati-hati dalam mencoba tester makeup. Misalnya, masih banyak orang yang menggunakan tester lipstik langsung ke bibirnya. Kebayang tidak, sudah berapa banyak bakteri yang berkumpul di lipstik tersebut? Jika ingin mencoba tester, bahkan jika hanya akan mengoleskannya di tangan pun, gunakanlah aplikator sekali pakai seperti doe foot applicator, spoolie, spatula, atau bahkan cotton bud yang biasanya tersedia di counter-counter makeup dan bisa memintanya kepada beauty advisor.

  1. Bersihkan Produk Makeup Terlebih Dahulu

Sebelum mengeluarkan isi produk dari tester makeup, bersihkan terlebih dulu kemasannya menggunakan tisu basah. Bagian yang perlu dibersihkan adalah bagian dimana produk akan keluar, misalnya mulut botol, pump, atau ujung tube. Produk sisa yang biasanya menggumpal dan mengering di bagian-bagian tersebut juga biasa menjadi sarang bakteri. Oleh sebab itu, sediakanlah selalu tisu basah dalam tas atau minta kepada beauty advisor.

  1. Jangan Biarkan Terlalu Lama

Meskipun hanya mengoleskan sedikit tester makeup di tangan , tetapi tetap perlu membersihkannya secepatnya. Semakin lama produk berada di kulit , maka semakin besar juga risiko terkena infeksi dari bakteri yang ada pada produk tester makeup. Mintalah kapas atau tisu yang telah diberi makeup remover kepada beauty advisor. Setelah itu, bersihkan lagi kulit menggunakan hand sanitizer untuk memastikan kulit benar-benar bersih dari bakteri.

  1. Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa

Setiap toko biasanya memiliki kebijakan yang berbeda dalam mengganti produk testernya. Ada yang rutin mengganti dalam beberapa bulan, namun ada juga yang membiarkannya dalam waktu yang lama sampai habis. bisa menanyakan kepada beauty advisor apakah produk tester tersebut masih baru atau sudah lama dibuka. Namun jika tidak yakin karena isinya sudah sedikit, sudah sangat kotor, atau bahkan tulisan di kemasannya sudah mulai pudar, sebaiknya berpikir dua kali sebelum tetap mencobanya.

LEAVE A REPLY