Akhirnya Properti 2017 Menggeliat Lagi

0
206
Property Outlook

BeritaKawasan.com – Sejak 2012 hingga 2015, pasaran properti mengalami kesulitan penjualan. Harga minyak, gas, dan batubara yang turun berdampak mengerem segala sektor, termasuk properti. Menjelang akhir tahun ini, banyak yang berdiskusi membicarakan kelanjutan kondisi Properti di tahun mendatang.
Acara tahunan yang digelar Rumah123 tersebut bertajuk Rebound di Sektor Properti yang Tak Lagi Cuma Mimpi, Rabu (14/12), di Hotel JW Marriot, Jakarta.
Acara ini menampilkan sejumlah pembicara. Dari pihak perbankan hadir Dendi Ramdani (Vice President Chief Economist Bank Mandiri) dan Handayani (Director Mortgage and Consumer Banking BTN). Sedangkan dari pihak perusahaan pengembang properti hadir Yance Onggo (General Manager Marketing Citra Raya) serta Andrew Rahardja Kang (Corporate Marketing Deputy & General Manager PT Intiland Development Tbk).
“Tahun ini memang kenaikannya (sektor properti) pelan sekali. Ketimbang 2008 sampai 2011, penjualan properti saat itu sangat mudah sekali. Tetapi, adanya acuan BI (Bank Indonesia) 7 Days Rate sebesar 4,75 persen, sudah banyak membantu. Suku bunga ke depannya saya yakin bakal ngetren. Butuh waktu enam sampai sembilan bulan masa transisinya,” ujar Vice President Chief Economist Bank Mandiri, Dendi Ramdani, pada acara Property Outlook 2016.
Amnesti pajak kini sudah pada periode kedua dan diharapkan menjadi angin segar bagi segala sektor. Tapi, sayangnya hingga di penghujung 2016, sektor properti belum juga mengalami kebangkitan. Dana amnesti pajak terutama repatriasi, terus dikejar oleh pemerintah. Kemudian, faktor pembeli juga memengaruhi.
Mengenai 2017, masyarakat terfokus pada pemiihan kepala daerah (Pilkada). Faktor ini berdampak pada semua sektor.

Baca Juga Artikel ini :
1. Munas REI Kembali diadakan Mendukung Program Pemerintah
2. Brewin Mesa Merayakan Groundbreaking The Lana di Alam Sutera
3. Terbentuknya Komite Tapera

LEAVE A REPLY