Asap Rokok
Foto : by Google

Beritakawasan.com, Penyebab terjadinya pneumonia terhadap anak balita berusia di bawah 5 tahun karena asap rokok. Asap rokok, adalah salah satu faktor penyebab pernapasan dalam diri anak menjadi masalah dan menimbulkan gejala pneumonia.

Asap Rokok
Foto : Ilustrasi By Google

Diungkapkan oleh dr Nastiti Kaswandani, SpA(K), Ketua UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Apabila anak terpapar asap rokok itu, empat kali lebih tinggi mendapatkan perawatan serius di rumah sakit. “Penyebab terjadinya pneumonia karena adanya pneumokokus itu penyebab paling tinggi, yakni 50 persen dibandingkan dengan influenza sebesar 20 persen dan Virus 30 persen,” ungkapnya.

Nastiti menerangkan, bahwa pneumonia terjadi akibat anak terjangkit pneumokokus. Kuman ini sering dijumpai secara normal pada area hidung dan tenggorokan. Penularannya melalui bersin, batuk dan berbicara.

Asap Rokok
Foto : Ilustrasi by Google

“Jadi kalau dibandingkan dengan anak yang terpapar sama yang tidak terpapar, anak terpapar asap rokok itu empat kali lebih tinggi perawatan di rumah sakit, karena masalah pernapasan dibandingkan dengan yang tidak terpapar. Tentu ini salah satu yang paling berpengaruh,” kata Nastiti saat dijumpai pada acara peringatan Hari Pneumonia Dunia, di Hotel Crown Kota Bandung.

Sehingga tidak hanya perokok saja yang merasa rugi dari dampak asap rokok, orang disekitarnya pun mengalami hal yang sama. Yang kedua, kata Nastiti, anak yang terpapar asap rokok itu tiga kali lebih banyak mendapatkan rawat inap di rumah sakit.

“Makanya berhentilah merokok. Percuma meskipun merokok itu di depan rumah dengan pintu tertutup asap rokok pasti akan menempel di baju, tangan, leher, itu kalau gendong anak kan kena juga,” kata dia.

Apa yang dilakukan oleh orang tua perokok aktif, saat ingin menggendong bayinya?

“Sebaiknya mandi, ganti baju baru gendong anaknya. Kalau di luar negeri itu ada aturan di mana kalau mobil taksi terus sopirnya merokok itu tidak boleh membawa penumpang selama satu sampai dua jam, sampai asap bau rokok itu hilang,” tuturnya.

Nastiti mengajak kepada para orang tua, mahasiswa, pemuka masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan penanggulangan pneumonia pada balita.

“Karena ini penyakit infeksi penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Termasuk permasalahan di Indonesia,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait :

  1. Vaporizer Jakarta Dikostributor Rok Elektrik
  2. Seberapa Lama-Kah Waktu Yang Tepat Mencuci Tangan? Menurut Ahli Terkait.
  3. Manfaat Pijat dan Reflexology untuk kesehatan

LEAVE A REPLY