ASURANSI KESEHATAN

0
199
ACA-Asuransi
foto by : Istimewa

BeritaKawasan.com – Membahas pentingnya asuransi kesehatan di Indonesia, tahukah Anda kalau sesungguhnya, Pemerintah Indonesia telah mencoba memperkenalkan prinsip asuransi sejak tahun 1947, dua tahun setelah Indonesia merdeka. Bahkan penggagasnya, Menteri Kesehatan pertama, Prof. Dr. Gerrit Agustinus Siwabessy merasa sudah lama ingin mensejahterakan masyarakat melalui asuransi kesehatan agar mereka dapat melindungi keluarga dari penyakit-penyakit yang tidak bisa diduga. Siwabessy pernah bercerita, ketika ia mendapatkan kesempatan sekolah di London, Inggris, ia sama sekali tidak pernah merasa kesulitan saat sakit. Semua biaya kesehatan dirinya dan keluarga ditanggung satu badan khusus yang disebut National Health Service (NHS).

Jaminan kesehatan ini didanai dan dikelola oleh pemerintah secara nasional namun sifat pengelolaanya sebagian dibiayai dari kontribusi wajib dari tenaga kerja dan pemberi kerja. Jadi tidak heran, potongan gaji dan pajak di Inggris sangat tinggi. Disana, ia melihat, semua pelayanan kesehatan juga sangat mudah dan dijamin negara sehingga tidak peduli orang miskin atau kaya, orang Inggris atau orang asing, semua mendapatkan fasilitas kesehatan yang sama. Belajar darisitu, Siwabessy mulai mempelajari sistem kesejahteraan di Inggris. Ide inilah yang ia kembangkan dengan Asuransi Kesehatan (Askes) yang kini berkembang menjadi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Inilah yang melatarbelakangi pemerintah juga membangun sistem kesehatan yang mumpuni agar masyarakat Indonesia mendapatkan jaminan kesehatan seperti yang telah diterapkan di luar negeri. Asuransi kesehatan bukanlah produk yang baru didaftarkan saat anda sakit. Justru saat sakit baru daftar asuransi kesehatan, disitu anda akan ditolak oleh maskapai asuransi. Banyak orang salah persepsi terkait masalah ini. Orang baru sadar pentingnya asuransi kesehatan justru saat dia sakit. Dan sekali lagi, kondisi seperti itu sudah terlambat. Jika anda Pintar memilih Produk, Asuransi Kesehatan tidaklah Mahal Saat anda memilih produk asuransi kesehatan , anda harus jeli melihat manfaat yang ditawarkan dan premi yang harus anda keluarkan.

Contoh nyata adalah fasilitas rawat jalan mestinya tidak perlu anda ikuti jika ingin berhemat. Tentu kurang logis jika anda sakit demam, flu dan sakit kepala kemudian berobat ke dokter anda harus ikut program asuransi. Ambil saja program rawat inap yang sudah pasti mahal biayanya jika resiko terjadi pada anda. Makin Muda Anda Terdaftar di Paket Asuransi Kesehatan, Makin Murah Biaya yang harus anda keluarkan Biasanya pihak asuransi sangat mempertimbangkan usia, gaya hidup, riwayat penyakit dari peserta program asuransi. Makin baik kondisi anda, dan makin muda anda terdaftar maka biaya yang anda keluarkan jauh lebih murah dengan manfaat maksimal. Asuransi kesehatan bukanlah Spekulasi terhadap Kejadian yang belum tentu terjadi Anda memang harus membayar premi bulanan atau tahunan terhadap paket asuransi kesehatan yang anda ikuti. Sekilas mungkin terlihat boros dan spekulasi terhadap resiko 3 | P a g e yang belum tentu terjadi.

Apalagi jika anda masih terlihat muda dan sehat. Namun ingatlah, bahwa premi yang anda keluarkan tidaklah sebanding dengan resiko sakit yang mengancam jika terjadi pada anda. Semua aset yang anda miliki bisa lngsung habis saat anda sakit tanpa proteksi yang memadai. Semua kondisi diatas perlu anda pertimbangkan dalam memilih produk asuransi kesehatan yang tepat. Dari Berbagai Sumber LEA IRINA SANJAYA Top Producer 2016 “Bekerja dengan Hati dan selalu komitmen dalam Pelayanan Customer” adalah semboyan dalam bekerja yang selalu melekat pada saya. Tahun 2010 adalah tahun yang paling menegangkan dalam hidup saya, karena saya harus dihadapkan dengan pilihan antara Karir dan Anak. Dimana anak saya pada saat itu sudah berumur 2 tahun dan harus daftar sekolah.

Dari bulan Januari hinggal April 2010 suami saya selalu mengajukan pertanyaan Kapan saya mengajukan resign? Pada saat itu saya bekerja di PT. Andalan Finance Indonesia dengan karir yang pastinya kedepan juga menjanjikan. Dan pada bulan Mei akhirnya saya mengajukan resign dengan sangat terpaksa sekali, karena pada dasarnya saya suka berkarir. Satu bulan dirumah, saya sudah merasakan resah. Dan kebetulan saya ditelepon oleh satu orang konsumen yang pernah saya layani hingga tuntas meskipun pada saat itu pekerjaan ini bukan bagian dari pekerjaan saya dikantor.

Konsumen tersebut hendak mengklaimkan mobilnya karena kecelakaan dan tidak tahu bagaimana prosesnya. Saya tetap melayani konsumen tesebut dengan ramah. Konsumen tersebut meminta saya untuk memproses perpanjangan Asuransi. Akhirnya saat itu juga saya memutuskan untuk menjadi Agen Asuransi. Dan juga berbekal dengan data yang ada di HP saya, juga buku telepon akhirnya sehari demi sehari saya melakukan follow up customer sebanyak 5 orang per hari. Sebulan pertama saya bisa mendapakan 3 customer, bulan berikutnya 5 customer, dan pada akhirnya bisa berhasil sampai saat ini. Hingga pada tahun 2012 saya bergabung untuk menjadi Mitraca.

Saat saya begabung dengan Mitraca saya berencana untuk serius dengan pekerjaan yang sudah saya bangun dari awal, sehingga saya mulai belajar satu demi satu Produk dari Asuransi Kerugian mulai dari Asuransi Mobil, Asuransi Kebakaran, Asuransi Perjalanan, Asuransi Cargo dan lain lain. Akhirnya tepat di tahun 2014 saya mendirikan Kantor untuk Mitraca di Semarang dimana bersamaan adanya Fasilitas dari Mitraca yang sangat luar biasa yaitu Mobil Marketing. Mobile Marketing sangat membantu saya dalam mewujudkan impian saya kedepan untuk menjadi Mitraca Semarang yang lebih dikenal oleh banyak orang. Karena dengan adanya Mobile Marketing ini saya bisa memberikan pelayanan yang lebih lagi terhadap konsumen dari segi penerbitan polis yang cepat sehingga Konsumen dapat segera mendapakan manfaat dari pentingnya Asuransi. 4 | P a g e Strategi Pemasaran Produk Asuransi Strategi Pemasaran Produk Asuransi adalah sama dengan anda menawarkan produk yang bersifat maya atau tidak tampak, seperti: produk dana pasar uang, produk Obligasi dan produk Saham, Mengapa demikian? Karena asset tidak berwujud ini sama – sama memiliki kekurangan yakni besaran nilai uang yang tidak bisa diprediksi secara konsisten dimasa yang akan datang.

Inilah yang menyebabkan anda tidak bisa asal-asalan dalam melakukan penjualan produk – produk diatas termasuk produk Asuransi. Strategi Pemasaran Produk Asuransi tersebut antara lain :

  1. Pelajarilah terlebih dahulu produk Asuransi secara baik dan konsisten. Artinya jumlah produk Asuransi banyak sekali jenisnya. Dan tidak mungkin anda menguasai dalam sekali belajar. Centanglah bagian – bagian yang anda tidak mengerti, selanjutnya jangan malu untuk bertanya.
  2. Buatlah daftar nama – nama yang akan anda kunjungi. Artinya, cukup anda membuat daftar nama sebanyak 20 orang saja lengkap dengan data penunjangnya, dan syukur – syukur bisa lebih. Mulailah dari yang anda kenal dulu seperti: nama saudara anda, teman dekat, sahabat dan mungkin pacar nda.
  3. Siapkan proposal ilustrasi produk yang akan anda jual.
  4. Buatlah janji terlebih dahulu. Artinya, Anda bisa menggunakan telepon untuk membuat janji. Bisa juga anda langsung berkunjung atau bermain – main ketempat calon prospek yang anda kenal, tapi kalau tidak ketemu, anda bisa langsung mengunjungi calon prospek lainnya.
  5. Lakukanlah aktivitas prospek ini sehari minimal 2 atau 3 kali. Artinya anda jangan terpaku dengan jumlah 2 atau 3 ini. Bisa juga anda melakukan kunjungan dalam sehari lebih dari 3 kali. Sehingga kesempatan untuk bertemu dengan calon prospek akan lebih besar.
  6. Anda juga bisa melakukan prospek dengan menggunakan dunia online seperti: chatting, facebook, instagram dan telepon itu sendiri. Artinya, mungkin ada dari anda yang sudah mempunyai teman online. Anda bisa membahas produk asuransi ini dengan gaya anda masing-masing.
  7. Jagalah kondisi badan anda. Artinya asupan gizi jangan sampai kelewat. Bila anda melakukan aktivitas door to door, karena kondisi cuaca yang tidak menentu, debu dan asap kendaraan bisa membuat anda gampang sekali sakit.
  8. Apabila anda berhadapan langsung dengan calon prospek yang anda kenal, jangan langsung anda menerangkan produk asuransi. Mengobrollah terlebih dahulu, dalam obrolan tersebut paparkan sekilas saja produk asuransi anda. Berikan wawasan akan pentingnya berasuransi. Mintalah referensi nama – nama dari saudara anda, sehingga bank data anda semakin hari semakin bertambah banyak.
  9. Berikan dan paparkan gambaran ilustrasi produk secara menyeluruh.
  10. Setelah anda menjelaskan dan memaparkan produk, berikan kesempatan pada calon nasabah anda untuk bertanya dan berargumen.
  11. Lakukan kunjungan ulang secara konsisten.
  12. Jika mengalami kesulitan dilapangan anda bisa mengajak senior anda untuk saling berbagi pengalaman. Dari berbagai sumber

Nah, bila Anda ingin mengetahui Benefit, Product, dan Mobile Marketing Info lebih lanjut, silakan menghubungi Layanan Center Mitraca di nomor telepon 081316660993 – 08567670669 atau email ke dewiaulia368@gmail.com

LEAVE A REPLY