Bahan Olahan Limbah untuk berbagai aksesoris rumah

0
378

Sekilas tampak seperti kertas daur ulang. Tapi setelah disentuh, terasa lebih keras dan tebal. Bentuk jadi dari hasil kerajinan yang beragam ini membuat takjub.
Hasil kerajinan yang merupakan olahan dari kemasan minuman berlogo tetra pak. Bahan aluminium foil di dalamnya diolah melalui mesin khusus, menjadi dua bahan utama yakni papan polylum eco board dan polylum eco roof. Papan Polylum Eco Board merupakan material papan lembaran yang ramah lingkungan (Go Green) karena terbuat dari aluminium foil dengan campuran polyethelene (PE) tanpa menggunakan campuran bahan kimia.
Produk yang secara teknis 100 % menggunakan mesin ini, dibuat oleh perusahaan yang berfokus pada barang-barang daur ulang seperti daur ulang pvc flooring sejak tahun 1983. Teknologinya masih di rahasiakan karena untuk mengamankan hak patten merek Indonesia. “Dan untuk sekarang ini, kami memang lebih fokus pada board dan roof”, timpal Indra Wiguna selaku Direktur dari PT. Sapta Lestari Perdana.
Tiga jenis produk, yaitu Poly eco roof , poly strength eco board dan poly eco roof ini adalah temuan terbaru dari Brazil terus mejelar ke India dan berikutnya ke indonesia pada tahun 2011. Indonesia adalah negara kedua yang berhasil menemukan teknologi seperti ini.
Inspirasi didapat dari mencari bahan yang ramah lingkungan, juga kuat dan ungul di bandingkan produk yang ada. Dengan memilih material yang bagus dari lingkungan, maka harus bisa mencari bahan yang meringankan beban lingkungan, serta sekaligus mensejahterakan manusia dengan membantu ribuan pemulung yang mengambil bahan baku yaitu bahan tetra pak untuk diolah.
“Selama 3 tahun kita berkutat untuk melakukan research hingga berhasil membentuk produk tersebut.” Tambah Indra. Dengan menghasilkan bahan yang kuat dan tahan lama di segala cuaca extrim,
Material yang satu ini bisa digunakan sebagai bahan dasar lantai, interior dan furniture, partisi ruangan, serta bahan kerajinan tangan (handycraft). Karena memiliki corak yang unik dank has. Keuntungan penggunaan papan ini adalah tidak mudah hancur, tidak menyerap air, anti jamur dan anti rayap, kedap suara, ekonomis, pemasangan mudah dan praktis serta perawatan yang mudah.
Gabungan dari pabrik kertas dan pabrik plastik dijadikan satu reaserch dan pembuatan tanpa henti, hingga mencapai kapasitas yang dibuat sebanyak 150 board per hari, atau 5000 board per bulan. Produk banyak memakai pengrajin dari Cirebon hingga Jawa tengah bahkan Jakarta dan setelah di ekspor ke malaysia.
Variasi bentuk dan ukuran untuk poly eco board 2×1 m dengan ketebalan 6 mm, 8mm, 10 mm dan 12 mm. Sedangkan untuk eco strength dengan ketebalan 6 mm, 8mm, 10mm, dan 12 mm. Berbeda lagi dengan roof yang memiliki pilihan ukuran 185x 85cmx 4mm, 210x 85cm x4 mm. Dimulai dari harga mínimum 236 ribu hingga mencapai 500 ribuan.
Mengapa produk ramah lingkungan ini bisa dikatakan sangat inovatif? Pertama, karena mesinnya adalah buatan dari Indonesia ,dan tidak di temukan di luar negeri. Kedua, karena bahan plastik yang selama ini ditakuti dunia menjadi salah satu bahan baku produk-produk ini hingga menjadi produk unggulan. Rahasia pembuatan barang ini bukan hanya mengurangi beban lingkungan tetapi malah membantu mengurangi sumber daya yang kita ambil dari lingkungan dan juga menjaga habitat hewan di laut dan di hutan. Berdasarkan hal tersebut, produk ini bisa menjadi pemenang green product.
“Kemasan minuman yang kami pakai biasanya diambil dari partner yang sudah kami percayai,” ujar Yanto Mulyahardi, Marketing Manager dari PT Sapta Lestari Perdana. Papan Polylum Eco Board bersifat sangat lentur dan tidak mudah patah dan fungsinya dapat menggantikan material kayu, plywood, MDF, partikel board, dan lain-lain. Untuk kedepannya masih akan banyak lagi inovasi baru yang akan dilakukan mulai tahun 2015 nanti.

LEAVE A REPLY