Bahayakah Praktek Sulam Alis dan Bibir?

Tampil lebih menarik bagi seorang wanita adalah sebuah kewajiban. Tata rias wajah menjadi bahan pokok ketika para wanita ini hendak beraktivitas di luar ruangan. Mata, pipi, bibir dan seluruh bagian wajah lainnya tidak boleh luput dari sapuan make up untuk membuat wajah mereka terlihat lebih menarik. Bahkan ada operasi plastik pun sudah bukan sesuatu yang tabu lagi dalam masyarakat modern.

Meski operasi plastik sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang tabu di masyarakat, namun ada bahaya yang cukup besar yang harus diambil bagi para pasien operasi plastik. Untuk itu, saat ini masyarakat memilih jalan dengan resiko yang jauh lebih kecil, yaitu; sulam bibir atau alis misalnya.

Alis sering menjadi persoalan dalam urusan merias wajah wanita, karena terkadang bentuknya tidak sesuai dengan bentuk wajah yang dimiliki. Sementara bibir, siapa yang tidak ingin bibirnya terlihat lebih seksi dari biasanya?

Saat ini, sulam alis maupun bibir tengah marak di kalangan selebritis Indonesia. Kalangan masyarakat tentunya tidak ingin ketinggalan dengan fenomena ini, khususnya para wanita.

Lalu, bagaimana cara kita melakukan sulam alis atau bibir? Bahaya atau amankah menyulam alis? Mahal ataukah murah untuk bisa melakukan sulam alis? Adakah dampak negatif dari sulam alis tersebut?

Sulam alis adalah salah satu cara yang ditawarkan oleh para dokter kecantikan ataupun para ahli kecantikan guna mengubah bentuk alis yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Berbicara dengan salah satu pemilik salon sekaligus studio tattoo, David Mohawk, mengenai fenomena sulam alis dan bibir ini, ia mengatakan bahwa sulam alis “tidak berbahaya dan tidak memiliki efek samping, jika dilakukan dengan baik.”

David bersama sang istri Nabella mengelola salon yang juga melayani tatto di Plaza Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Salon milik pasangan ini juga sudah menyebar di kawasan Jakarta Barat dan Utara seperti Sunter Mall, Mangga Dua Square dan ITC Cempaka Mas.

Menurut David, ia mengerti bahwa saat ini masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan metode mempercantik diri yang nyaris tanpa resiko ini. Tapi, kata David “karena sedang ramai metode sulam alis dan bibir ini, banyak pihak yang memanfaatkan dan nekat melakukan sulam alis dan bibir meski mereka tidak punya sertifikat untuk melakukan itu.”

“Bahaya tetap ada, untuk itu bagi wanita-wanita yang mau melakukan sulam alis atau bibir, baiknya memilih tempat yang baik dan terjamin demi menghindari resiko,” imbuhnya.

Resiko dari gagalnya sulam alis dan bibir ini tentu sangat merugikan, kata David. “Mereka kan mau cantik, tapi kalau datang ke tempat yang salah, atau tergiur harga yang murah, wajah mereka jadi taruhannya, kan sayang.”

Selanjutnya, mengenai sulam alis atau bibir, David menerangkan bahwa ada perawatan yang perlu dijalani oleh pasiennya. “Sulam alis dan bibir itu akan hilang nanti dalam kurun waktu tertentu. Kalau alis bisa tahan sampai 3 tahun, sedngkan bibir paling setahun lebih terus hilang.”

Hal tersebut kata David dikarenakan meski disebut sebagai “sulam” alis atau bibir, tindakannya tidak benar-benar disulam. “Pakai tinta seperti tatto, tapi beda tintanya,” tutur David. “Jadi kan namanya wajah sering kena air, nanti lama-lama pasti hilang.”

“Sulam alis dan bibir itu hanya sedikit di bawah kulit, tidak sampai ke daging, jadi tidak sakit dan hanya memakan waktu relatif sebentar,” imbuh David.

Nabella Salon sendiri sudah memulai layanannya sejak tahun 2009. Kepercayaan para pelanggannya dan layanannya yang baik membuat mereka berhasil terus bertahan hingga sekarang.

Selain sulam alis dan bibir, Nabella Salon juga melayani segala macam perawatan kecantikan setiap hari, dari Senin sampai Minggu.

LEAVE A REPLY