Bisnis Yang Diawali Kebutuhan

0
128

papa-and-baby-dragonBeritaKawasan.com – Bisnis apapun dapat menjadi sukses jika diawali dengan niat dan rencana yang tepat. Sehingga pelaku mengerti apa yang harus dilakukannya.

Sama halnya yang dilakukan oleh seorang ibu seperti Novi Simon. Sebuah brand yang bernama ‘DOOTS’ dibentuknya sejak tahun 2007 dengan inisiatif yang muncul bertepatan dengan lahirnya putra pertamanya. Awalnya Novi merasa barang-barang yang ada di pasaran pada saat itu tidak sesuai dengan selera dan kebutuhan. Setelah itu, baru dikembangkan lagi secara lebih mendalam sekitar tahun 2010.

Hingga akhirnya bisnis ini terbentuk, ia sangat bersemangat menjalani. ‘DOOTS’ menyediakan berbagai kebutuhan untuk parcel, seserahan dan kebutuhan rumah tangga  dari bahan rotan, kayu, dan  bahan lainnya. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk biasanya ada kayu, rotan, bambu dan lain-lain.

“Kami menjadi pionir dalam membuat berbagai kemasan rotan yang lebih eksklusif dan berwarna-warni. Sejak lama rotan hanya dibuat sebagai kemasan parsel dengan image membosankan, tua dan tidak menarik. Setiap kali kita menerima parsel, kita hanya mengambil isinya dan membuang keranjang rotannya.” Ucap Novi sangat menjelaskan.

Produk ini mendobrak pemikiran itu dengan membuat produk rotan dengan warna ceria, memakai bahan dasar rotan terbaik supaya hasil akhir nya tidak kasar, bagian dalam koper rotan juga dilapisi kain yang bisa dilepas dan dicuci. Untuk proses pewarnaan, bisa menggunakan cat khusus berbahan dasar air.

“Saya mau rotan menjadi sesuatu yang eksklusif, bukan hanya dibuang setelah isi parcel diambil, tapi digunakan lagi sebagai dekorasi rumah dan juga sebagai wadah penyimpanan.” Tambah sang pemilik bisnis ini.

Jadi keranjang  rotan itu juga adalah bagian dari hadiah yang bisa diberikan, bukan hanya isinya. Untuk barang kebutuhan rumah, produk ini juga membuat laundry basket dengan bentuk unik yang juga bisa sekaligus berfungi untuk dekorasi ruangan.

Untuk  menjadi trendsetter dan  yang terbaik, DOOTS selalu melakukan inovasi. Seperti membuat produk yang belum pernah dibayangkan bisa dibuat dari rotan. Dimulai dari sesuatu yang simple seperti berbentuk koper, keranjang piknik, peti harta karun. Dengan membuat bentuk 3 dimensi dari benda yang ada di sekitar kita.

Keranjang 3 dimensi dari DOOTS yang pertama adalah Snowman (manusia salju). Snowman dibuat gemuk dengan mata bulat, hidung besar orange, dilengkapi dengan kancing baju yang dijahit , syal dan topi. Snowman itu terdiri dari 3 bagian yang masing-masing bisa diisi barang. Snowman merupakan sebuah bentuk parcel dengan warna baru. Karena sekarang ini, banyak orang yang lebih mementingkan penampilan kemasan disbanding isinya.

Waktu yang digunakan untuk membuat satu produk dengan produk yang lain berbeda- beda tergantung dari tingkat kesulitan dan detailnya. Ada yang bisa dibuat banyak dalam sehari. Ada juga yang butuh beberapa hari. Dengan dibantu oleh beberapa pengrajin khusus yang dibekali pengetahuan sesuai bidang kerja mereka. misalnya saja untuk bagian finishing, mereka dibekali pengetahuan mendetail tentang produk yang digunakan, agar hasil akhir bisa merata dan maksimal.

Sampai saat ini, produk ini memang masih belum mempunyai showroom. Penjualan hanya terbatas dari mulut ke mulut serta pameran dan online melalui website doots’ – unique designed rattan basket: baby hampers, souvenirs, goodie bags, boxes dan instagram doots_doots. Dengan minimal order 30 pcs untuk model yang sama.

Untuk hargapun bervariasi, biasanya ditentukan berdasarkan pesanan dan kebutuhan customer. Dan sebagian besar customer DOOTS saat ini, memang masih di Indonesia. Hanya saja ada beberapa customer asing yang membawa produk ini ke Negara mereka, seperti Singapura, Malaysia dan Australia. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik terhadap customer kami dengan design yang inovatif, bahan terbaik dan after sales service yang mendukung. Selain rotan, masih banyak bahan alam di Indonesia yang bisa dikembangkan.. Kami berusaha menggali keunikan bahan yang lain seperti bambu dan serat pandan.

LEAVE A REPLY