Haruskah Anak Ikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)?

0
147
Belajar-Komputer-LWTA

BeritaKawasan.com – Pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga negara Indoesia harus mengikuti jenjang pendidikan, salah satunya pendidikan anak usia dini atau PAUD. PAUD sendiri bisa mengembangkan anak meliputi beberapa aspek perkembangan anak. Tidak hanya Paud yang berperan dalam perkembangan anak, namun keluarga dan orangtua juga berperan dalam perkembangan pendidikan anak usia dini.

Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai umur enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan anak untuk membantu perkembangan atau pertumbuhan anak secara kognitif, fisik maupun bahasa.

Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.

“Pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini,” lanjutnya.

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Ada beberapa aspek-aspek yang menunjang perkembangan bagi anak usia dini dalam berpendidikan, Seperti aspek perkembangan Kognitif, fisik, bahasa dan sosio-emosional.

Pada masa perkembangan Kognitif terdapat beberapa tahapan. Tahap pertama adalah kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks yang terjadi di usia 0-2 tahun dan tahap kedua adalah masa dimana kemampuan menerima rangsangan terbatas yang terjadi

Perkembangan fisik terjadi pada perkembangan Keterampilan motorik anak terdiri atas keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus. Keterampilan motorik anak usia 4-5 tahun lebih banyak berkembang pada motorik kasar, setelah usia 5 tahun baru terjadi perkembangan motorik halus.

Membaca dan menulis merupakan bagian dari belajar bahasa. Untuk bisa membaca dan menulis, anak perlu mengenal beberapa kata. Dengan membaca anak juga semakin banyak menambah kosakata. Anak dapat belajar bahasa melalaui membaca buku cerita dengan nyaring. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan anak tentang bunyi bahasa.

Menurut Hart & Risley umur 2 tahun, anak-anak memproduksi rata-rata dari 338 ucapan yang dapat dimengerti dalam setiap jam, cakupan lebih luas adalah antara rentangan 42 sampai 672.

Kemudian pada Perkembangan Sosio-Emosional, biasanya anak memiliki pola perilaku sosial yang terlihat pada nasa kanak-kanak awal.

seperti yang diungkap oleh Hurlock (1998:252) yaitu: kerjasama, persaingan, kemurahan hati, hasrat akan penerimaan sosial, simpati, empat, ketergantungan, sikap ramah, sikap tidak mementingkan diri sendiri, meniru, perilaku kelekatan.

Peran Keluarga dalam membangun perkembangan karakter anak

Keluarga memang penting dalam hal yang paling banyak memberikan pengaruh terhadap karakter masa depan anak, karena keluarga adalah tempat pertama pendidikan anak dibangun.

Keluarga adalah lingkungan pertama yang dijumpai seorang anak, oleh karena itu lingkungan keluarha yang baik akan memberikan pengaruh besar dalam pembentukan karakter anak dan kedua orang tua adalah yang paling bertanggung jawab terhadap pembentukan dan pengembangan anak melalui pola pembiasaan dan pendidikan yang terarah.

Pola asuh dalam pembentukan karakter anak ini juga penting untuk interaksi orang tua terhadap anak, baik disaat bermain, kontak fisik , tata cara berkomunikasi maupun perilaku orang tua terhadap anaknya.

LEAVE A REPLY