Hobi Menarik Dari Replika Makanan

0
412
Replika makanan

Replika MakananBeritaKawasan.com – Jika Anda sedang berada di Bandung tidak ada salahnya Anda berkunjung ke suatu tempat dimana replika makanan bisa menjadi hobi yang menarik.

Crayons Craft & Co adalah salah satu pusat perlengkapan kerajinan, prakarya, craft & hobby di Bandung. Crayons Craft merupakan usaha yang bergerak di bidang jasa pembuatan replika makanan atau dummy makanan dan kerajinan tangan. Berawal dari hobi mengoleksi pernak-pernik kecil pun, Syumeirati Rashando atau yang biasa dipanggil Yoyong ini berhasil memulai bisnis pernak-pernik yang sama persis dengan aslinya ini sejak tahun 2004.

Yoyong menekuni bisnis inipun semula karena demi ingin menyelamatkan bisnis gift shop sebelumnya yang nyaris bangkrut. Tapi sekarang ia berhasil mengalihkan keterpurukkannya dalam bisnis pernak-pernik yang menjadi salah satu koleksi mantan pemimpin Indonesia, SBY.

Bahkan, pada tahun 2006 Yoyong mendapat penghargaan MURI karena dinilai pemrakarsa dan pembuat miniatur tempat penjualan makanan khas Indonesia terbanyak. Kalau melihat miniatur gerobak bakso buatan Yoyong, kesan pertama adalah detail dan sangat teliti.

Hampir semua replika makanan dan miniatur gerobak penjual makanan sudah ia buat yang disediakan oleh Crayons Craft. Antara lain, replika makanan mulai dari roti, buah-buahan, dan juga menu-menu makanan yang tersedia di restoran Jepang, Eropa, Amerika, dan banyak lagi. Selain itu, ada gerobak siomay, rujak, baso, nasi goring, martabak dan masih banyak lagi. Bahkan, miniatur kios rokok dan asongan rokok juga ia buat.

Miniatur ini dibuat dari bahan Clay atau lilin plastik. Clay atau yang sering disebut plastisin Fisiknya lentur dan halus membuatnya mudah dibentuk menjadi apa saja. Berkreasi dengan clay hampir sama dengan lilin mainan. Bedanya, lilin mainan sudah mempunyai warna dan tidak bisa mengeras, sedangkan clay bisa kita beri warna dan bisa mengeras. Bahannya pun mudah dibersihkan dan tahan lama dari serangan serangga dan tikus. Lebih praktis dan ekonomis untuk usaha kuliner. Karena dapat bertahan minimal lima tahun tanpa takut kadaluarsa.

Untuk pemula yang belum pernah les sekalipun di bidang clay, anda dapat membuat buah-buahan maupun sayuran mini dari clay terlebih dahulu.

Inspirasi didapat saat ia berada di Bangkok dan melihat miniatureminiatur khas Thailand seperti makanan. Akhirnya ia mencoba mempraktekkan di Indonesia dengan membuat semangkuk mie bakso untuk pertama kalinya. Karena sambutan pasar yang sangat baik, dan konsumen meminta dibuat gerobaknya. Maka, ia mulai membuat variasi gerobak makanan dengan satu gerobak yang dihargai mulai dari 200 ribu hingga 250 ribu.

Ribuan produk yang berhubungan dengan kerajinan tangan dan replika makanan tersedia di art shop Crayons Craft & Co yang buka setiap hari. Untuk mendatangkan konsumen ke tokonya yoyong akhirnya memutuskan untuk membuka kursus gratis yang bertujuan agar para konsumen lebih mengenal produk yang dihasilkan. Dengan syarat bahan-bahan atau peralatan yang akan digunakan dalam proses belajar harus membeli dari toko Crayons Craft & Co dengan minimal pembelian Rp. 100.000,- atau lebih. Mulai dari kerajinan sulam pita, sulam payet, tating, brayet, hakken, aksesoris manik, clay, miniatur, paper tole, quilling, origami, bunga stocking, boneka kawat, felt, boneka pom-pom, menghias toples lebaran, melipat uang mahar, dan masih banyak lagi.

Selain produknya yang unik dan menarik ternyata Crayons Craft & Co juga memiliki pemasaran yang unik yaitu dengan cara strategi jemput bola, dengan cara menjalankan Mobil kreatif untuk menjangkau konsumen. Dengan jadwal operasional mulai dari jam 9 hingga 17 di parkiran sekolah area Bandung. Bisa dibilang mobil kreatif ini adalah toko ke -2 yang bisa berjalan-jalan.

Saat ini omzet Crayon’s Craft berkisar Rp 60 juta sampai Rp 100 juta per bulan. Dengan adanya Mobil Kreatif, Yoyong menargetkan tambahan penjualan Rp 400.000 – Rp 500.000 per hari.

Baca Juga Artikel ini :

  1. Pembudidayaan Tegel Keramik Melalui Seni Poteg
  2. Bisnis yang Diawali Kebutuhan
  3. The Big Start Melahirkan Enterpreneur Baru

LEAVE A REPLY