Ibadah Puasa Salahsatu Cara Kita Mendidik Anak Mengenal Tuhan YME
Foto By : www.Manfaat.id

BeritaKawasan.com – Mendidik anak mengenal Tuhan YME merupakan modal paling dasar dalam pendidikan manusia. Sesuai dengan Pancasila pertama ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ kita sebagai orangtua harus mengenalkan tuhan kepada anak kita sejak dini. Anak bagaikan kertas putih bersih, dan orang tua memegang tanggung jawab untuk mengenalkan di dalam hatinya

Salahsatu cara orangtua mendidik anak taat kepada Tuhan YME, yaitu dengan mengajarkan anak menjalankan ibadah puasa. Karena mendidik anak ibadah puasa merupakan perintah Tuhan YME, yang membuat mereka tentram. Menjaga sikap dan berbuat baik kepada sesama, karena mereka sadar, itu adalah perintah Tuhan yang digariskan kepada mereka demi kebahagiaan mereka pula. Dan terakhir, agar kelak mereka mengenal Tuhan dan menjadikanNya sebagai tempat bergantung dan meminta pertolongan.

Seperti cara mendidik anak yang lainnya, modal utama kita untuk mendidik putra-putri kita, adalah keteladanan. Jadi, bila kita ingin kelak anak-anak kita mengenal Tuahn dengan baik, maka kita pun harus mengenal Tuhan dengan baik pula. Setelah diri kita mengenal Tuhan (dan selalu berproses untuk semakin mengenalNya), maka kini saatnya kita mengenalkan Tuhan kepada anak-anak kita.

Fenomena tawuran, minuman keras, narkotika, hingga pergaulan bebas pada remaja kian meresahkan yang terjadi belakangan ini. Salah satu penyebab utama kerusakan akhlak generasi muda adalah tidak memiliki bekal agama, yaitu perasaan bahwa tuhan YME senantiasa mengawasi. Alangkah baik bila orang tua mulai mendidik anak untuk mengenal tuhan sejak dini sehingga anak akan mampu menempatkan dirinya sebagai hamba yang berakhlak mulia.

Inilah Cara Mendidik Anak Agar Mengenal Tuhan :

  • Memberikan teladan kepada anak.

Orang tua sepantasnya memberikan teladan dalam mendidik anak berupa perilaku baik agar buah hati tumbuh menjadi anak yang berahlak mulia, seperti berjiwa sosial yang, saling membantu sesama manusia, juga di setiap kesempatan dan ibadah-ibadah lainnya. Ajak anak untuk beribadah bersama. Hindari menyuruh tanpa memberi contoh, seperti meminta anak beribadah tetapi ayah tetap membaca koran. Hal tersebut membuat anak merasa terpaksa, padahal ibadah merupakan sebuah kebutuhan. Jika memungkinkan, daftarkan anak ke sekolah yang mengajarkan agama, agar anak memiliki teman bermain ketika belajar agama.

  • Membangun interaksi yang nyaman dengan anak.

Syarat utama dalam menyampaikan nasehat adalah keterbukaan kedua belah pihak. Orang tua yang memiliki hubungan harmonis dengan anak akan lebih didengar dan dituruti perkataannya. Rasa percaya kepada orang tua akan memudahkan anak untuk menyetujui gagasan yang disampaikan padanya, termasuk gagasan mengenai Sang Pencipta. Interaksi yang harmonis dapat diperoleh dengan cara memberikan kasih sayang dalam menanggapi segala perilaku anak, serta tak bosan masuk ke dalam dunia bermainnya.

  • Senantiasa menyebutkan bukti kebesaran tuhan YME kepada anak.

Ketika bermain bersama anak, tak perlu sungkan untuk menyebut nama Tuhan. Misalnya ketika anak bermain di taman, bisa disampaikan kepadanya “Bunga ini indah ya warnanya? Tuhan YME yang menciptakannya. Itu lihat kupu-kupunya cantik sekali, Tuhan YME juga yang menciptakannya.” Demikian pula ajak buah hati untuk mengenali kenikmatan tuhan YME pada dirinya. Saat menemani anak bercermin dapat disampaikan pujian bahwa parasnya cantik, matanya berbinar, rambutnya subur kemudian katakan padanya ”Segala puji bagi tuhan yang menciptakan ananda dengan sempurna”.

LEAVE A REPLY