Inilah Kemeriahan Tradisi Turun Tanah Anak Usia 8 Bulan.

0
295
tradisi-turun-tanah

BeritaKawasan.com – Tradisi turun Tanah merupakan salah satu adat dan tradisi masyarakat Madiun – Jawa Timur. Tradisi turun tanah atau bahasa Jawanya Tedhak Siten, yaitu berasal dari dua kata Tedhak yang berarti kaki atau langkah dan Siten yang berasal dari kata Siti yang artinya tanah. Jadi, tradisi turun tanah merupakan sebuah acara adat dimana seorang anak yang berumur depalan bulan akan dituntun oleh ibunya untuk berjalan menapak diatas tanah.

Tradisi adat ini sendiri memiliki beberapa tujuan, termasuk diantaranya adalah sebagai bentuk rasa syukur karena sang anak akan mulai belajar berjalan. Selain itu, tradisi ini merupakan salah satu upaya memperkenalkan anak kepada alam sekitar dan juga ibu pertiwi.

Sama seperti berbagai upacara adat Jawa lainnya, upacara tradisi turun tanah juga tidak lepas dari berbagai simbol dan makna filosofis. Setiap langkah dan aspek dari upacara ini menyimbolkan hal-hal tertentu dalam kehidupan sang anak, dan hal inilah yang membuat upacara ini penuh warna. Salahsatunya adalah keluarga Ricky Novrian dan Winda Oktaviana yang melakukan upacara tradisi turun tanah anaknya yang bernama “Muhammad Arkha Novrian, Rabu (8/11/2017).

Muhammad-Arka-Novrian
Muhammad Arka Novrian

Supadi Towarjo, embah kakung dari Muhammad Arka Novrian mengatakan, “Tahapan dari upacara turun tanah ini yaitu, sang anak akan dituntun oleh eyangnya kedepan teras halaman rumah dengan disajikan beberapa sajian seperti, Ceker Ayam, Kepala Ayam, Pensil, Pulpen, dan buku tulis untuk diperkenalkan kepada sang anak.  Anak dituntun untuk berjalan diatas tanah, dimana sang anak melangkah tanah dengan kedua kakinya. Hal ini merupakan simbol dari harapan agar sang anak saat telah dewasa nanti mampu mengais rejeki untuk memenuhi kebutuhannya, kata Supadi.

Supadi menambahkan, “Kemudian Arka diletakan diteras halaman rumah, dimana diteras halaman rumah tersebut telah disediakan berbagai benda seperti ceker ayam, kepala ayam, buku, pensil, pulpen, dan benda lainnya. Benda yang dipilih oleh Arka yaitu kepala ayam, merupakan gambaran dari potensi anak yang diharapkan akan membantu orang tua untuk bisa mengasah potensi tersebut dengan baik.

turun-tanah-Arka
Muhammad Arka Novrian

Sang anak yang berusia sekitar 8 bulan dipercaya masih memiliki naluri atau insting yang belum tertutupi oleh hal-hal lain, dan pada saat yang sama mereka sudah mampu merespon dunia luar dengan baik. Hal inilah yang membuat sang anak akan memilih benda yang sesuai dengan insting mereka, yang dipercaya sebagai potensi yang ada dalam diri mereka. Dan yang terakhir yaitu, tradisi pemberian uang logam dan uang kertas yang telah dicampurkan dengan beras kuning oleh Mbah Puteri (Nenek) sebagai simbol harapan agar sang anak nantinya memiliki rejeki berlimpah namun tetap bersifat dermawan.

 

LEAVE A REPLY