Inilah Metode Belajar Matematika Yang Mudah dan Menyenangkan Untuk Anak

0
103
pendidikan-anak-usia-dini
Cara Mendidik Anak Usia Dini

BeritaKawasan.com – Sesuai dengan tujuan diberikannya matematika di sekolah, kita dapat melihat bahwa pelajaran matematika di sekolah memegang peranan sangat penting. Setiap anak memerlukan matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dapat menghafal berhitung. Selain itu, manfaat mengikuti pelajaran matematika dapat membantu memahami bidang studi lain seperti fisika, kimia, arsitektur, farmasi, geografi, ekonomi, dan sebagainya, dan agar para siswa dapat berpikir logis, kritis, dan praktis, beserta bersikap positif dan berjiwa kreatif.

Bagi mereka yang tidak melanjutkan studi, matematika dapat digunakan dalam berdagang dan berbelanja, dapat berkomunikasi melalui tulisan/gambar seperti membaca grafik dan persentase, dapat membuat catatan-catatan dengan angka, dan lain-lain. Kalau diperhatikan pada berbagai media massa, seringkali informasi disajikan dalam bentuk persen, tabel, bahkan dalam bentuk diagram. Dengan demikian, agar orang dapat memperoleh informasi yang benar dari apa yang dibacanya itu, mereka harus memiliki pengetahuan mengenai persen, cara membaca tabel, dan juga diagram. Dalam hal inilah matematika memberikan peran yang sangat penting.

Dari dulu sampai sekarang banyak orang di Indonesia beranggapan bahwa matematika pelajaran yang susah. Sehingga tak heran bila matematika merupakan nilai terendah yang ditemui dalam raport anaknya. Tapi walaupun sulit, menguasai pelajaran matematika kini bisa di bantu dengan lima metode yang terbukti banyak di gunakan, Anda selaku orang tua hendaknya tau sehingga cara mengajari anak berhitung menjadi lebih menyenangkan.

Bila Anda minat mengajarkan dengan metode yang gampang, asyik, dan menyenangkan atau yang biasa disebut metode Gasing. Metode ini terutama pelajaran untuk anak SD (kelas 1-6) seperti :

  • Penjumlahan
  • Pengurangan
  • perkalian
  • pembagian
  • bilangan negatif
  • pecahan
  • Desimal
  • Geometri (keliling, luas, skala dan sistem koordinat). Hasil dari belajar selama 4-6 bulan siswa bisa memahami materi kelas 1 sampai kelas 6. Setiap harinya anak belajar selama 4 jam (baik program ekstra kurikuler atau program khusus). Metode ini di kembangkan oleh Prof.Yohanes Surya, yang sudah banyak membimbing siswa terbaik Indonesia berlaga di Olimpiade matematika dan Sains tingkat dunia. Berkat bimbingannya banyak siswa-siswa Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat sains Internasional.

Nah, ada satu lagi metode yang lebih mudah dan lebih banyak digunakan oleh para orangtua. Yaitu, metode Jaritmatika. Jaritmatika singkatan dari Jari dan aritmatika. Walaupun hanya menggunakan jari tangan, namun metode ini sanggup melakukan operasi bilangan KaBaTaKu (Kali Bagi Tambah Kurang) sampai dengan ribuan. Metode ini bisa dikatakan cukup sederhana, terutama di ajarkan pada anak-anak Sekolah Dasar, karena dalam metode ini proses belajar di awali, di jalankan dan diakhiri dengan gembira. Metode ini menekankan berhitung sesuai dengan kaidah: diawali dengan memahami tentang konsep bilangan, lambang bilangan, dan operasi hitung dasar, lalu mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan. Metode ini di temukan oleh Septi Peni Wulandari pada tahun 2004.

LEAVE A REPLY