Inilah Perbedaan Bisnis Startup dan UKM

0
105
Bisnis-StartUp
Foto by : theocmx.com

BeritaKawasan.com – Beberapa tahun terakhir munculnya fenomena social media dari facebook, twitter, linkedin, path, dan social media lainnya menandakan kemunculan perusahaan startup dunia yang merambah hingga negara ini. Startup-startup lokal pun muncul menjamur di berbagai ranah, seperti Aplikasi, Marketing digital agency, e-commerce, transportasi, travel, fashion, dan sebagainya. Istilah startup sendiri diserap dari bahasa asing yang memiliki arti perusahaan atau organisasi bisnis yang baru memulai aktivitasnya.

Bisnis startup merupakan sebuah jawaban pengusaha dalam bentuk platform yang memudahkan seluruh stakeholder di industri atau usaha, yaitu memudahkan user untuk mencari barang kebutuhan dan memudahkan vendor untuk memasarkan produk-produknya. Karena bisnis startup berupa marketplace, yaitu mengajak user dan vendor secara bersamaan untuk menikmati layanan dari perusahaan startup tersebut.

Apa perbedaan antara bisnis startup dan UKM?
Perbedaan terbesar dari kedua jenis bisnis ini adalah sasaran utama keduanya. Bisnis UKM digerakkan dengan motif utama adalah profitabilitas dan penjualan stabil dalam jangka panjang, sedangkan Bisnis startup fokus pada potensi pertumbuhan yang cepat. Spirit keduanya sangat berbeda. Jika kita membuka dan menjalankan UKM, maka sasaran kita adalah bagaimana secepatnya mendapatkan penjualan dan menguntungkan.
Namun untuk startup, sebagian model bisnis startup mengejar jumlah pertumbuhan user yang eksponensial terlebih dahulu walau belum sama sekali mendapatkan revenue atau pendapatan. Seperti yang terjadi pada facebook di 5 tahun pertama berdiri dimana mereka berjuang mencari cara untuk memonetisasi jumlah pengguna yang banyak namun belum menghasilkan pemasukan buat mereka. Cara mereka bertahan hidup adalah mencari pendanaan dari perusahaan-perusahaan venture capital atau angel investor yang membidik pengembalian investasi besar dalam masa mendatang. Namun ada pula yang masih mengandalkan pendanaan sendiri atau dikenal dengan istilah bootstrapping.

Seperti yang dikutip https://hendryramdhan.com dan juga pemilik LabSatu.com mengatakan, “Pada permulaan model bisnis yang dirumuskan oleh startup adalah sekumpulan hipotesa terhadap segala elemen dalam bisnis startup yang kemudian diuji oleh startup dalam perjalanan bisnisnya. Ketika hipotesa terbukti di lapangan maka diteruskan oleh startup namun jika ternyata meleset maka startup perlu melakukan modifikasi. Bukan hal tabu jika startup mengubah model bisnisnya hingga akhirnya mendapatkan model bisnis yang benar-benar ‘bekerja’. Baru-baru ini startup lokal YesBoss, sebuah startup layanan asisten virtual pribadi mengubah arah model bisnisnya menjadi Kata.ai, sebuah platform yang menggunakan teknologi AI (artificial intelligence) untuk menghubungkan brand dan konsumen di berbagai messaging platform.

Sumber : https://hendryramdhan.com

LEAVE A REPLY