IFEX Kembali Promosikan Rotan ke Pasar Internasiona

0
90
Industri Sapi Perah Nasional

foto-11BeritaKawasan.com – Produksi susu nasional yang kian melemah menjadi masalah  yang mengkhawatirkan di Indonesia. Sejak 10 tahun terakhir usaha peternakan sapi perah rakyat mengalami kemunduran ditandai berkurangnya populasi ternak dan lesunya produksi susu segar dalam negeri.

Fakta berbicara bahwa kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri untuk susu olahan saat ini ada di kisaran 3,8 juta ton. Tren ini semakin besar, namun ironisnya, kemampuan  lokal memasok bahan baku susu segar  semakin rendah. Dengan produksi sejumlah 798.000 ton, Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) hanya mampu memasok 18% dari kebutuhan nasional sehingga sebagian besar masih harus diimpor yaitu sebesar 3 juta ton atau 82%.

Jika keadaan ini terus berlanjut, maka swasembada susu 40% yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2020 bisa tidak akan tercapai. Terlebih lagi bila ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi yang dimaklumatkan oleh Nawacita hanya berhenti menjadi sebuah wacana.

Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) yakin masih ada solusi, yaitu melalui praktik peternakan yang baik serta regulasi yang berpihak dan melindungi para peternak sapi perah. “Perlu ada kebijakan yang mewajibkan penyerapan susu segar dalam negeri sehingga mampu mendorong persaingan usaha yang sehat, dan harga pasar yang memadai,” ungkap Agus Warsito, Ketua APSPI.

Harga susu saat ini tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat.  Tiga tahun terakhir harga semakin rendah. Saat ini harga susu di peternak masih di kisaran Rp 4.100-4.300/liter. Bila harga mencapai Rp 6.000  per liter, peternak sapi perah baru bisa menutup biaya produksi.

LEAVE A REPLY