Koleksi Terbatas IKEA PS 2017

0
118
ikea indonesia

IKEA berkolaborasi dengan 17 desainer dari seluruh dunia untuk membuat lebih dari 50 produk edisi terbatas dalam rangkaian koleksi IKEA PS 2017, dengan mengangkat tema “Live It”.

Konsep dibalik pembuatan IKEA PS 2017 bukan tentang memanfaatkan segala sesuatu yang Anda miliki, namun untuk memutuskan yang terbaik bagi kehidupan Anda. Dengan begitu, Anda dapat mengambil dan memindahkan barang dengan mudah dari satu ruangan ke ruangan lain, bahkan dari satu rumah ke rumah lainnya.

Produk IKEA PS 2017 juga di desain bagi mereka yang independen, penuh semangat, ceria, menyukai kebebasan serta fleksibel, dengan meninggalkan kehidupan yang konvensional dan menyambut kehidupan urban yang dinamis.

Tidak ada cara yang benar atau salah dalam menggunakan koleksi IKEA PS 2017. Anda diajak untuk mengambil keputusan yang berani, berbeda dari biasanya dan merasakan arti kehidupan yang sesungguhnya. Karena produk-produk ini hadir untuk membuat hidup menjadi lebih bebas.

Contoh dari produk IKEA PS 2017 yang unik adalah tempat penyimpanan yang terbuat dari logam yang dapat dilipat, karya desainer Nike Karlsson. Hasil karya ini didapat saat sang desainer mengunjungi salah satu pabrik dimana ia melihat sebuah palet yang dapat dilipat. Seketika ia langsung terpikir untuk membuat sebuah tempat penyimpanan yang dapat dilipat tanpa perlu menggunakan sekrup atau peralatan lain, sebuah kemasan datar yang dapat langsung diubah menjadi tempat penyimpanan hanya dalam beberapa menit.

Produk unik lainnya adalah selimut yang dapat dikenakan seperti jaket karya desainer Hanna Dalrot. Ide di balik hasil karyanya adalah saat Hanna mengunjungi salah satu pabrik di China, dimana ia melihat sebuah quilt dengan isian yang sangat lembut. Dari situ ia mendapatkan ide untuk membuat selimut menggunakan restleting berbentuk seperti sebuah jaket.

Cerita menarik juga datang dari meja tamu IKEA PS 2017 yang dapat dilipat. Meja yang dirancang oleh Jon Karlsson ini terinpirasi saat ia berkunjung ke Asia, dimana ia banyak menemukan kafe dadakan yang hanya buka saat senja hingga dini hari, dan pagi harinya suasana kembali seperti semula. Untuk dapat mengikuti kebiasaan orang Asia tersebut, Jon memutuskan untuk merancang sebuah meja tamu yang mudah dipasang dan juga mudah disimpan dalam sekejap.

LEAVE A REPLY