Komunitas Peduli Wastra Indonesia Adakan Pameran Budaya Indonesia

0
249
Kain Tenun Ikat

Kecintaan terhadap kain tradisional Indonesia membuat sekelompok perempuan membentuk komunitas yang dikenal dengan Komunitas Peduli Wastra Indonesia. Kali ini mencoba menggelar pameran Pesona Kain dan Budaya Ende yang dilaksanakan di Museum Seni Jakarta mulai tanggal 14-20 Desember 2016.

Pameran ini mempunyai tujuan tersendiri, yaitu memperkenalkan dan mengingatkan masyarakat Indonesia akan warisan budaya kain tenun ikat Ende. Kain tenun yang berasal dari Flores, Nusa tenggara Timur ini merupakan warisan tradisi yang terwaris. Dan memiliki cirri khas tersendiri dengan warna coklatnya. Motifnya kecil dan terdapat salur hitam yang terdiri dari motif dan ragam hias. Motif disebut sebagai kepala kain, sedangkan ragam hias disebut kaki kain.

Sebagai penggagas Komunitas Peduli Wastra Indonesia, Sinta Kaniawati berpendapat bahwa masih banyak potensi dan kekayaan budaya Indonesia yang belum sampai pada masyarakatnya, sehingga perlu diadakan pengenalan antara budaya dengan pemiliknya dengan terus menggali kekayaan tersebut, terlebih untuk daerah Ende, Flores ini.

Bahkan, kurangnya kesadaran dan apresiasi masyarakat Indonesia mengenal ragam budaya sangat berdampak pada industri ini dan mempengaruhi penghidupan para pengrajin salah satunya pengrajin tenun Ende. “Saat ini terdapat 50 pengrajin yang dibin oleh Museum Tenun Ikat di Ende, dimana kondisi pengrajin tenun masih memerlukan bantuan dalam hal pemberdayaan, secara teknik tenun, penggunaan bahan-bahan alami dan bahan baku lainnya, serta akses permodalan dan pemasaran”, ujar Ali Abubekar, Pengelola Museum Tenun Ikat di Kabupaten Ende dan Pembina Kelompok Pengrajin Tenun.

Salah satu perancang busana ternama Indonesia, Musa Widyatmodjo ikut berpartisipasi mendukung kegiatan pameran ini. Kepeduliannya yang begitu tinggi terhadap budaya Indonesia dalam bentuk busana ini membawanya untuk menjadi sukarelawan acara ini. “Melestarikan warisan budaya adalah kegiatan memahami dan melanjutkan perjalanan sebuah proses tradisi ditengah modernisasi dan inovasi. Sebuah konsistensi yang menjunjung tinggi hati nurani agar tetap memiliki jati diri untuk negeri sendiri. Untuk itu saya dengan senang hati dan sepenuh hati mau mendukung acara ini.” Ungkap Musa.

Selain itu, semua hasil bersih dari lelang atau penggalangan dana pameran ini akan digunakan sepenuhnya untuk membantu program revitalisasi Museum Tenun Ikat Ende. Dua hal dalam satu waktu yang telah kita lakukan dengan mengikuti kegiatan ini. Memperdalam pengenalan terhadap kebudayaan bangsa sendiri serta mendukung ekonomi kreatif dan pemberdayaan para pengrajin tenun di Kabupaten Ende.

Baca Juga Artikel ini :

  1. LA MER COLLECTIONS Rayakan Wanita Fenomenal Dalam Pameran Foto “Personnalités de La Mer”
  2. The Big Star Melahirkan Enterpreneur Baru
  3. Perancang Bali Asmara Dedikasikan Karya Dalam Sebuah Buku

LEAVE A REPLY