Menghindari Investasi Bodong

0
152

BeritaKawasan.com – Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan keuntungan berlimpah saat berinvestasi? Ya, siapapun orangnya pasti akan tergiur dengan penawaran investasi yang menjanjikan hasil berkali lipat jumlahnya. Hanya duduk manis kemudian uang puluhan hingga ratusan juta jatuh ke pangkuan.

Namun pada kenyataannya, janji-janji manis tersebut tak ubahnya seperti angin surga semata, mereka yang terpikat bukannya meraup untung tapi malah buntung.

Berdasarkan data Waspada Investasi OJK, dari tahun 2013 – 2014 tercatat ada 2.772 pengaduan dari masyarakat tentang penawaran investasi bodong. Bahkan total kerugian minimal bisa mencapai Rp45 Triliun, baik yang masuk ke dalam kategori investasi bodong ataupun investasi yang mencurigakan.

Kaukabus Syarqiyah, Perencana Keuangan dari Kaukabus Financial Literacy Center, sangat menyayangkan kejadian ini. Padahal lembaga-lembaga seperti ini tidak semuanya berstatus bodong atau fiktif.

“Tapi faktanya ada oknum-oknum yang membuat lembaga investasi menjadi buruk sehingga menimbulkan trauma bagi masyarakat. Jadikan fenomena ini sebagai pelajaran. Dan biar bagaimanapun proses seleksi itu ada di tangan Anda selaku calon investor,” tutur wanita yang akrab disapa Kikau ini.

Kikau juga menjelaskan, lembaga investasi yang bodong merupakan pihak ketiga yang berusaha melakukan money game yang sama sekali tidak terkait dengan wujud bisnisnya.

“Mereka sangat tahu betul bagaimana karakter masyarakat yang ‘haus’ akan uang. Sehingga tanpa menjelaskan lebih rinci jenis bisnisnya, oknum-oknum ini langsung menawarkan keuntungan. Misalnya dengan investasi yang kecil namun bisa menghasilkan keuntungan yang besar, cepat, dan tanpa usaha.”

“Inilah yang disebut dengan passive income. Tetapi idealnya passive income adalah yang bisa membuahkan keuntungan lewat berbisnis. Nah, investasinya saja sudah tidak jelas, Anda tidak perlu melakukan apa-apa tetapi dijanjikan keuntungan yang besar,” tutur Kikau.

Menurut Kikau, alasan seseorang mudah tergiur pada investasi bodong juga karena tawaran bunga yang besar dibandingkan perbankan. Semakin besar investasi Anda, maka bunga yang didapat pun bisa jauh lebih besar.

Agar Anda terhindar dari investasi bodong, coba terapkan 6 tips dari Kikau berikut ini :

  1. Cari tahu dahulu informasi secara detail tentang lembaga tersebut, datang langsung untuk melihat produknya
  2. Lihatlah risiko secara utuh.
  3. Hindari promotor yang tidak tahu rencana bisnis perusahaan.
  4. Cari tahu apakah ada permintaan untuk produk sejenis di pasaran
  5. Pilihlah investasi yang menguntungkan seperti membeli properti

Wasudewan, Country Manager Rumah.com, menambahkan, sektor properti merupakan kebutuhan masyarakat di manapun. Dan untuk menjadi investor properti yang sukses, salah satu kuncinya adalah memahami lokasi yang menguntungkan.

“Salah satu syarat properti yang bagus adalah mudah terlihat dari dalam kendaraan yang melintas. Semakin banyak yang melewati lokasi properti, maka nilainya semakin tinggi karena menunjukkan mudahnya akses menuju lokasi tersebut. Ada pula tipe properti yang lokasinya dekat pemandangan alam seperti pantai, puncak bukit atau gunung dan lainnya. Dan saat ini, tipe lokasi yang memiliki permintaan tinggi di perkotaan adalah bangunan yang dekat dengan pusat bisnis,” ujarnya.

Baca Juga Artikel ini :

  1. Bisnis Yang Diawali Kebutuhan
  2. BRI Indocomtech 2016 Dukung Potensi Industri Kreatif di Indonesia
  3. The Big Start Melahirkan Enterpreneur Baru

LEAVE A REPLY