NTT – Pohon lontar merupakan hasil alam yang banyak dijumpai di Nusa Tenggara Timur khususnya Pulau Solor. Tanaman ini memiliki banyak manfaat mulai dari daun, batang, buah hingga bunganya yang dapat disadap untuk di minum langsung sebagai legen (nira), difermentasi menjadi tuak ataupun diolah menjadi gula siwalan (sejenis gula merah).

Dengan kekayaan alam ini, warga Pulau Solor banyak memanfaatkannya sebagai sumber mata pencaharian tambahan selain berkebun. Daun lontar misalnya, dimanfaatkan para “Mama” – sebutan untuk ibu-ibu oleh warga setempat – sebagai bahan dasar kerajinan anyaman.

Melihat potensi besar di wilayah timur Indonesia ini, PT Samsung Electronics Indonesia dalam program Corporate Citizenshipnya melalui KOTRA (Korea Trade – Investment Promotion Agency) bekerjasama dengan Du’Anyam, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada kerajinan anyaman Indonesia, untuk mengembangkan komoditas anyaman Solor.

Melalui program Samsung OCOB (One Community One Business), gairah kerajinan  anyaman Solor dibangkitkan kembali dan berhasil menembus pasar ekspor dengan peningkatan kuantitas pesanan, serta kualitas anyaman termasuk membangkitkan kembali sebuah desain turun temurun anyaman khas Solor tiga dimensi yang sempat hilang tidak diproduksi lagi beberapa tahun belakangan, Sobe Basket.

Dulu membuat anyaman hanya untuk perabotan rumah tangga yang dipakai sendiri, namun sejak adanya komunitas Du’Anyam, anyaman daun lontar menjadi anyaman yang bernilai tinggi. Bagi para Mama di Pulau Solor, kini menganyam menjadi salah satu solusi agar para Mama tetap mendapatkan penghasilan tanpa harus pergi ke ladang yang jauh.

Salah seorang Mama pengerajin anyaman dari PulauSolor, Bernadete (36) mengungkapkan, dulu membuat anyaman hanya untuk dipakai sendiri, namun sejak bergabung dengan komunitas Du’Anyam, justru memiliki peran penting dalam memutar perekonomian keluarga dari hasil menganyamnya. “Mama sudah bias membuat anyaman dari kecil tapi menekuninya seperti saat ini baru sejak 2015. Proses pembuatan anyaman sendiri berbeda-beda tergantung pada pola dan besar kecil yang ukuran. Biasanya Mama menganyam setelah pulang dari kebun sebelum petang, tapi sejak ada lentera tenaga surya dari Samsung, mama bias mengayam di malam hari jadi proses mengerjakan anyaman bisa selesai lebih cepat,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY