Sosialisasi JKN KIS Ke Sekolah Swasta Di Jakarta Timur

0
75

sosialisasi JKN 2BERITA KAWASAN, JAKARTA – BPJS Kesehatan Jakarta Timur bekerja sama dengan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur mengadakan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional, Senin (7/8) di Gendung C Walikota Jakarta Timur kepada para sekolah swasta di wilayah Jakarta Timur.

Acara sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Kasudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur, H. Muhamad Roji, Kepala Cabang BPJS Jakarta Timur, Betsy M.O Roeroe, Kasubag TU Kasudin Pendidikan Jakarta Timur, Deasy Idawati. Kabid Perluasan Peserta BPJS Jakarta Timur, Tenny Romandia yang meruapakan narasumber dari acara sosialisasi ini.

  1. Muhamad Roji mengatakan bahwa ketika dirinya menjadi seorang guru swasta pada tahun 90 an dan mengajar didua tempat  dengan gajiyang pas-pasan sekitar 300 ribu kala itu. Dan kala itu belum ada BPJS Kesehatan yang ada hanya ASKES yaitu Asuransi Kesehatan. Dan dia mengatakan hanya PNS saja kala itu yang bisa mendapatkan ASKES dan bagi para guru swasta belum bisa mendapatkannya. Ketika dirinya mengalami sakit harus mengeluarkan dari kantong pribadinya sekitar 75 ribu sampai 100 ribu.

Muh Roji menghimbau dengan adanya program pemerintah JKN KIS dari BPJS Kesehatan bisa dimamfaatkan oleh para yayasan sekolah swasta yang ada dilingkungan Wil.1 Sudin Pendidikan Jakarta Timur untuk mendaftarkan guru-guru dan pegawai sekolahnya untuk menjadi peserta JKN KIS. Karena begitu besar mamfaat yang didapatkan.

“Warga Jakarta yang belum mendaftarkan dirinya menjadi peserta JKN KIS belum bisa mendapatkan jaminan dari BPJS Kesahatan. Jika sakit maka harus tetap bayar dirumah sakit.” Kata Muh Roji

Betsy juga menjelaskan bahwa BPJS yang berdiri dan mulai beroperasi pada Januari 2014 dan sejak lahirnya JKN KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan semua segmen masyarakat bisa menjadi peserta JKN KIS.

Dia juga mengatakan bahwa banyak kasus yang hadapi saat-saat ini karena kurangnya informasi kepada para calon peserta yang ingin mendaftar menjadi peserta JKN KIS.

“Karena kurangnya informasi untuk menjadi peserta JKN KIS, sehingga saat warga ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di tempat fasilitas-fasilitas kesehatan tidak bisa dicover dengan program JKN KIS sehingga mau tidak mau harus mengeluarkan biaya sendiri. Sementara kalau sudah menjadi peserta dan sudah sesuai dengan prosedur dan sudah mendapatkan kartu JKN KIS yang sudah aktif semuanya itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah ” Kata Betsy.

Berbagai pertanyaan juga dilontarkan para peserta sosialisasi JKN KIS kepada Tenny Romandia yang menjadi narasumber pada acara ini. Pertanyaan yang dilontarkan para peserta yakni seputar pelayanan BPJS Kesehatan yang dinilai masih kurang baik seperti error sistem pada bagian keuangan BPJS Kesehatan. Dan peserta juga mengeluhkan pelayanan di rumah sakit yang masih dinilai diskriminatif bagi para peserta JKN KIS. Antrian yang lama juga tidak luput dari pertanyaan para peserta

Tenny Romandia menjelaskan bahwa banyaknya keluhan yang disampaikan tentunya bermamfaat bagi BPJS Kesahatan untuk kedepannya bisa lebih baik lagi.

“Kita memang kekurangan rumah sakit. Jumlah rumah sakit dengan jumlah penduduk itu cukup jauh, jadi harus lebih banyak lagi rumah sakit dibangun,” kata Tenny

Betsy juga mengajak agar para peserta JKN KIS bergotong royong dengan rajin membayar iuran. Karena diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan.

LEAVE A REPLY