Variasi Pengolahan Susu Kambing

0
163
Maloko Farm

maloko farmBeritaKawasan.com – Berawal dari senang berjalan-jalan dan menikmati kuliner, sejak pertengahan tahun 2012 Esterlyta mempunyai ide untuk menciptakan beberapa produk dari pengolahan susu kambing. Namun, itu semua tidak akan terjadi kalau bukan karena ia juga memiliki peternakan keluarga sendiri yang sudah sejak tahun 80an.

Produk yang diberi nama Moloka Farm Living ini merupakan produksi hasil olahan ternak dan tani dari peternakan sendiri yang berlokasi di Parung, Bogor. Diawali dari produk olahan susu kambing ettawa yg diternakkan sendiri. Beberapa yang dihasilkan dan sudah dipasarkan seperti Fresh Goat Milk, Goat Milk Yogurt dengan 3 rasa ( plain (no sugar), strawberry dan blueberry), Goat Cheese 3 rasa (original, black pepper, spicy), Goat Milk Soap (4 varian), Beer Soap (no-dairy).

Bahan utamanya adalah susu kambing ettawa., namun untuk yogurt dengan menggunakan live culture. Sedangkan untuk goat cheese menggunakan rennet dan rempah-rempah untuk perasannya. Dan untuk soap, selain fresh goat milk juga memanfaatkan berbagai campuran minyak sayur dan essential oil serta tambahan natural seperti bubuk kopi, coklat dan lainnya.

“Dengan mengutamakan penggunaan bahan-bahan natural, tanpa pengawet dan homemade/handmade, kami mengolah potensi susu kambing ettawa sebagai bahan yg penuh gizi dan dikemas kreatif supaya mengkonsumsi makanan/produk sehat juga menjadi fun.” Ujar esterlyta sambil menjelaskan.

Sebenarnyaproduk-produk ini lebih bersifat mengemas secara kreatif, gizi dan benefit susu kambing memang sudah lama dikenal tapi potensinya belum maksimal digali. Apalagi pembawaan kambing yang dikenal baud an berkolesterol tinggi itu masih lekat di masyarakat. Namun, dengan pengolahan yang benar serta packaging dan varian yang menarik orang akan lebih mengenal manfaat dan gizinya.

Untuk Yogurt mungkin tidak ada bedanya dengan pembuatan yogurt biasa dari susu sapi, begitu juga dengan goat cheese. Untuk goat milk soap hanya menggunakan bahan-bahan yg bisa dikonsumsi kecuali satu bahan yaitu Lye yang fungsinya untuk proses pemadatan lemak menjadi sabun. Sesudah fresh milk dicampur dengan minyak sayur dan melewati proses saponifikasi, adonan sabun dimasukkan kedalam cetakan. Baru siap digunakan sesudah 2-3 minggu.

Proses pembuatannya tidak memakan waktu lama, untuk yoghurt dan Goat Cheese hanya membutuhkan 1 hingga 2 hari. Hanya Goat Milk Soap yang menghabiskan waktu hingga 3 minggu. Dengan memanfaatkan 5 orang pegawai di peternakan, selebihnya wanita yang akrab dipanggil Lyta juga ikut mengerjakan dengan kakaknya serta 1 orang asisten.

Maloko Farm Living memang belum memiliki tempat khusus untuk memasarkan. Namun, konsumen bisa mendapatkannya secara online ataupun bazaar-bazar yang diikuti oleh Lyta sebagai pemilik. Dengan range harga 20.000 hingga 45.000, pembelian online sudah dimulai dari Medan, Batam, Jambi, Lampung, Bogor, Bandung, Yogya,Surabaya dan Bali. Bahkan, juga ada konsumen dari Jepang ataupun Singapur yang mengenal produk ini sudah dari mulut ke mulut dari keluarga atau expat yang tinggal di Jakarta.

Untuk beberapa event khusus, memang sudah ada yang menggunakan Moloka Farm Living sebagai souvenir. Event-event kecil seperti ulang tahun ataupun launching. Untuk saat ini, masih banyak potensi yang bisa digali. “Respon pasar sangat positif terhadap produk kami, sehingga penjualanpun cukup optimis.” Tambah Lyta.

Walaupun begitu, Lyta mengutamakan konsumsi lokal dibandingkan ekspor. Bahkan kalau bisa, dalam penggunaan barang impor agak dikurangi.

LEAVE A REPLY